Selasa, 18 Desember 2012

Tentang Kesetiaan


"Kesetiaan bukanlah diukur seberapa lama engkau bersamanya ... namun kesetiaan diukur dari cinta yang tak terhingga ukurannya"


Setia ... apa dibenak anda tentang setia, apakah setia itu cinta sampai mati , ataukah setia itu selalu bersamanya tak kenal ruang dan waktu. Boleh saja jika pendapat anda seperti itu, tidak ada undang-undang yang melarangnya. :D

Setia adalah keinginan dari semua orang kepada kekasihnya, karena kesetiaan itu pertanda bahwa hanyalah dia satu-satunya yang kita miliki dan hanyalah kita satu-satunya yang dimilikinya, setia tak dapat diminta, atau hanya diucapkan dengan kata-kata. Setia adalah sebuah realitas cinta yang nyata, kekuatan cinta, kasih dan dan sayang tanpa batas. Setia adalah hasil dari kebenaran cinta, kejujuran hati dan ketulusan kasih.

Apakah bisa dikatakan setia orang yang selalu cinta kepada kekasihnya karena kecantikannya atau karena ketampanannya, apakah bisa dikatakan setia orang yang selalu cinta kepada kekasihnya karena hartanya atau apakah bisa dikatakan setia orang yang selalu cinta kepada kekasihnya karena keturunannya, jawabannya TIDAK!!! itu bukan kesetiaan, itu keinginan diri, bukan keinginan dan kejujuran cinta.

Sejatinya, cinta yang sejati adalah dua ruh yang menyatu, bukan dua raga yang menyatu. Karena kesejatian cinta tidak hanya diukur didunia saja melainkan sampai ke akhirat kelak, cinta yang mempunyai kesejatian tingkat tinggi adalah cinta yang menemui cinta sejati abadinya yaitu Allah.

kita tahu, ruh tidak akan selamanya melekat dengan raga, ruh akan lepas dari raga menuju yang punya, yaitu Allah. Oleh karena itu, orang yang saling mencintai dan mengasihi yang benar-benar mempunyai kesetiaan adalah yang dapat menyatukan ruh. Ruh yang menyatu, yang sudah kuat, ketika salah satu yang dikasihinya meninggal dunia, ia akan tetap yakin dengan cintanya jika suatu saat akan berjumpa kembali dan bersama-sama menemui Tuhan-nya dengan kebahagiaan yang tinggi.

Setia tidak akan dapat dirasakan jika cinta itu tak pernah disujudkan kepada sang pemberi cinta. Cinta tak akan setia jika cinta malah menjauhkan dari mengingat-Nya, cinta yang benar adalah cinta yang dapat menguatkan keimanan dan yang dapat memotivasi untuk berbuat kebajikan.

Cinta yang jujur adalah cinta yang saling menasihati, menasihati dalam kebenaran dan menasihati dalam kebajikan. Ingatlah, sejati adalah hasil dari sebuah cinta yang menanamkan nilai-nilai kasih sayang Tuhan, seperti cintanya nabi ibrahim kepada anaknya, cinta nabi nuh, cinta nabi-nabi lain dan cinta nabi muhammad saw kepada umatnya yang selalu terasa cinta sejatinya selamanya dihati orang-orang yang mencintainya. contohlah cinta itu, walaupun tidak sesempurna cinta mereka namun insyaAllah cinta sejati akan tercipta dihati sampai bahagia bertemu Ilahi.

"Cintailah sesuatu karena-Nya, agar cintamu ditunjukkan oleh-Nya selalu berada didalam cinta-Nya dan selalu berjalan mulus sesuai dengan jalan-Nya..

Saat aku bertemu kamu..
Hatiku ini merasakan ketenangan,kesejukan.dan kesetiaan yang begitu mendalam..
Hingga membuat diriku terlelap dalam cinta..
Saat malam tiba..
Ku lihat bulan dan bintang
yang s’lalu bersinar…
Dan s’lalu menghiasi..
Gelapnya malam..
Aku s’lalu berkhayal..
Andaikan engkau menjadi bulan
dan aku yang akan menjadi bintang
yang s’lalu menghiasi gelapnya malam..
Dan s’lalu meneranggi hati ini yang penuh dengan cinta…
Bagaikan cita sejati yang takkan
pernah terganti…
Dan engkupun s’lalu memberikan ku
harapan…
Harapan yang begitu indah…
Yang s’lalu engkau berikan
dan aku ingin cinta kita berdua…
Abadi untuk s’lamanya..
Dan aku ingin kesetiaan ini bukanlah
sekedar kata” dari mulutmu..
Aku ingin dari hatimu yang tulus dan suci…

sumber
 http://puisicinta.web.id/kesetiaan-cinta-dalam-hati.htm

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar